Pulau Banyak Barat merupakan salah satu kecamatan yang dimekarkan dari kecamatan Pulau Banyak.Kecamatan Pulau Banyak Barat yang beribukotakan Haloban ini merupakan salah satu suku yang terdapat di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu suku Haloban.
Suku Haloban memiliki bahasa tersendiri dari penduduk Aceh pada umumnya. Sebab, penggunaan bahasa Haloban hanya dimengerti dan dilafalkan oleh masyarakat Haloban saja. Namun, sebagian orang berpendapat bahwa bahasa Haloban adalah pecahan dari bahasa Devayan yang terdapat dari Aceh Simeulue (Pulau Simeulue). Kedua bahasa ini (Haloban dan Simeulue) memang memiliki sedikit persamaan, dilihat dari tutur kata kedua bahasa ini. Tetapi secara harfiah sebenarnya kedua bahasa ini memiliki perbedaan yang sangat kental, dilihat dari arti dialek.
Suku Haloban memiliki bahasa tersendiri dari penduduk Aceh pada umumnya. Sebab, penggunaan bahasa Haloban hanya dimengerti dan dilafalkan oleh masyarakat Haloban saja. Namun, sebagian orang berpendapat bahwa bahasa Haloban adalah pecahan dari bahasa Devayan yang terdapat dari Aceh Simeulue (Pulau Simeulue). Kedua bahasa ini (Haloban dan Simeulue) memang memiliki sedikit persamaan, dilihat dari tutur kata kedua bahasa ini. Tetapi secara harfiah sebenarnya kedua bahasa ini memiliki perbedaan yang sangat kental, dilihat dari arti dialek.
Bahasa Devayan (Simeulue) tutur bahasanya lebih berirama jika dibandingkan dengan tutur bahasa yang digunakan oleh bahasa Haloban (Pulau Banyak Barat). Misalnya dalam bahasa Indonesia kata "sumur", dalam bahasa Devayan "tok lhebang", sedangkan dalam bahasa Haloban adalah "wak'a". Kata (dalam bahasa Indonesia) "hujan", bahasa Devayan "oloi", sedangkan bahasa Haloban "o'ol", dan banyak lain-lain. Masyarakat penutur bahasa Haloban percaya bahwa bahasa Devayan (bahasa Simeulue) adalah pecahan dari bahasa Haloban. Sebab, masyarakat Simeulue dulunya berasal dari Haloban. Nah, jika sebagian orang (peneliti bahasa) menganggap bahasa Haloban adalah cabang/pecahan dari bahasa Devayan (bahasa Simeulue), maka harus dilihat dulu sejarah kultur yang lebih memadai. Sebab, kedua bahasa ini memiliki hubungan yang sangat halus.